Cara menampilkan YM diblog itu gampang kok.
1. Login ke Blog kalian
2. Klik Rancangan
3. Klik gadget
4. Pilih HTLM/Script
5. Copas kode dibawah ini
Rabu, 20 Juni 2012
Ku menunggumu ditempat berbeda
Ini bukan sesuatu yang mudah. Menerima kenyataan ini,
kenyataan pahit dalam hidupku. Kehilangan seseorang yang amat sangat ku cintai,
seseorang yang amat sangat ku sayangi. Kenapa semuanya harus tertutup
kebohongan? Kenapa aku baru mengetahui semuanya saat ia telah sampai diujung
waktunya? Apa semuanya senang melihat aku kehilangan? Apa semuanya berbahagia
melihatku bersedih? Tuhan, beri aku jawaban.
Apa setelah kepergiannya aku akan mendapatkan sosok yang lebih baik
darinya? Kalaupun iya, aku tak yakin akan ada yang lebih baik darinya. Karena,
dialah yang terbaik untukku..
***
Suatu pagi, di dalam kelas.
Suatu pagi, di dalam kelas.
“Hei, Dhea ya?” sapa seorang
cowok yang memiliki tinggi lebih dariku.
Sepintas aku pun menoleh, “ya? ada apa ya?”
Cowok itu menampakkan senyumannya, “aku Rian, anak kelas 2 IPA 1..”
Sepintas aku pun menoleh, “ya? ada apa ya?”
Cowok itu menampakkan senyumannya, “aku Rian, anak kelas 2 IPA 1..”
Aku masih terpaku dan diam. Aku
tak mengerti kenapa cowok ini menyebutkan namanya, padahal aku sama sekali tak
menanyakan siapa namanya. Ah tapi cowok ini lumayan tampan. Tapi apa maksud dia
datang menghampiriku ya?
“Hei?” katanya lagi sambil
menggoyang-goyangkan tangannya di depan mukaku.
“Eh iya, kak. Ada apa ya, kak? Kok ke kelas aku?”
“Aku mau kenal kamu, boleh? Oh ya, ke sana yuk?” katanya sambil menunjuk ke arah pameran yang sedang dilangsungkan di sekolahku.
“Eh iya, kak. Ada apa ya, kak? Kok ke kelas aku?”
“Aku mau kenal kamu, boleh? Oh ya, ke sana yuk?” katanya sambil menunjuk ke arah pameran yang sedang dilangsungkan di sekolahku.
Aku diam, kemudian menatap
wajah Kak Rian yang sedikit memohon agar aku mau menuruti ajakannya. Dan
akhirnya, aku mengangguk. Kak Rian tersenyum lebar, kemudian meraih tanganku.
Ah kenapa ia begitu bersemangat, aku yang sedikit risih lalu melepaskan
tanganku dari genggamannya.
“Eh, maaf ya. Aku terlalu
seneng sih..” katanya.
Langganan:
Postingan (Atom)
